Blog

Mengapa Tiket Pesawat Bisa Berubah Harga Setiap Jam? Begini Cara Kerja Dynamic Pricing Maskapai

Pernah melihat harga tiket pesawat berubah drastis hanya dalam beberapa jam? Pagi hari masih terjangkau, siang sudah naik, malam berubah lagi. Fenomena ini bukan kebetulan. Maskapai menggunakan sistem dynamic pricing, yaitu algoritma penetapan harga yang selalu menyesuaikan permintaan pasar secara real-time.

Dynamic pricing memungkinkan maskapai mengoptimalkan pendapatan dengan cara mengubah harga kursi pesawat berdasarkan berbagai faktor. Sistem ini bekerja otomatis, memantau permintaan, ketersediaan kursi, waktu keberangkatan, hingga pola pencarian penumpang. Karena itu, harga tiket bisa berubah berkali-kali dalam 24 jam.

Salah satu faktor utama adalah load factor, yaitu persentase kursi yang sudah terisi. Jika kursi masih banyak, harga cenderung lebih rendah untuk menarik pembeli. Namun ketika jumlah kursi tersisa mulai menipis, algoritma menaikkan harga secara bertahap. Maskapai ingin memastikan setiap kursi terjual dengan keuntungan maksimal.

Waktu keberangkatan juga berperan penting. Semakin dekat dengan hari H, harga biasanya naik karena banyak orang membeli tiket menjelang keberangkatan. Namun, sistem tidak selalu konsisten. Jika penjualan tiket lebih sedikit dari target, algoritma bisa menurunkan harga sementara agar penjualan kembali naik.

Selain itu, riwayat pencarian turut mempengaruhi. Ketika suatu rute ramai dicari dalam kurun waktu singkat, sistem mendeteksi peningkatan minat dan mulai menyesuaikan harga. Itulah sebabnya beberapa rute populer seperti libur akhir tahun atau long weekend bisa naik drastis bahkan sebelum kursi banyak terjual.

Faktor lain yang memengaruhi harga meliputi kompetisi antar-maskapai, tren musiman, perubahan harga bahan bakar, hingga event besar di suatu kota. Semua data ini diolah oleh algoritma dan diperbarui secara berkala, sehingga harga bisa berubah kapan saja tanpa pemberitahuan.

Bagi penumpang, memahami sistem ini dapat membantu mencari tiket dengan harga terbaik. Umumnya, membeli tiket 6–8 minggu sebelum keberangkatan, menghindari puncak musim liburan, serta memantau harga di waktu malam bisa meningkatkan peluang mendapatkan harga lebih murah.

Fluktuasi harga tiket pesawat pada dasarnya adalah hasil dari strategi penetapan harga yang cerdas dan berbasis data. Dynamic pricing memungkinkan maskapai tetap kompetitif sekaligus memaksimalkan pendapatan, sementara penumpang harus lebih jeli dan strategis dalam menentukan waktu pembelian.

Sumber img : tribunnews

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Artikel Non AeroBlog

Rahasia Kenapa Orang Bisa Lebih Boros Saat di Bandara

Pernah sadar tidak… orang yang biasanya sangat hemat bisa tiba-tiba berubah saat...

Artikel Non AeroBlog

Kenapa Banyak Investor Mulai Melirik Bisnis Non-Aero Bandara?

Selama bertahun-tahun, industri bandara sering dianggap sebagai bisnis yang sangat teknis dan...

Artikel Non AeroBlog

Ekonomi Experience: Kenapa Traveler 2026 Membeli Pengalaman, Bukan Sekadar Produk

Ada sebuah perubahan besar yang sedang terjadi di dunia konsumsi global. Dulu,...

Artikel Non AeroBlog

Bisnis Apa yang Akan Bertahan di Bandara Sampai 2030?

Dunia bandara sedang memasuki era baru. Jika dulu bandara hanya dipandang sebagai...