Artikel Non Aero

Bandara SEA Milan mencetak rekor ritel baru pada tahun 2024, didorong oleh pertumbuhan jarak jauh dan pengeluaran penumpang

MILAN – Di tahun yang ditandai dengan pertumbuhan perjalanan global yang berkelanjutan, Bandara Milan kembali mencatat rekor pendapatan non-penerbangan. Seiring dengan pemulihan lalu lintas jarak jauh, penumpang kembali tidak hanya dalam jumlah yang lebih besar, tetapi juga dengan minat baru untuk berbelanja, bersantap, dan layanan premium.

Sektor komersial (toko dan restoran) melaporkan omzet tertinggi sepanjang masa sebesar 432 juta euro, meningkat 15,4% dibandingkan tahun 2023, sementara lalu lintas penumpang meningkat 11,5%. Rata-rata pengeluaran per penumpang mencapai €11, naik 3,4% dari tahun ke tahun.

Kinerja ritel sangat kuat: penjualan di toko-toko meningkat sebesar 15,3%, dengan pengeluaran per penumpang meningkat sebesar 3,1%. Segmen makanan & minuman juga tumbuh signifikan, dengan penjualan meningkat sebesar 16,6% dan pengeluaran rata-rata per penumpang meningkat sebesar 4,5%.

Kinerja yang menonjol tercatat di sisi udara Bandara Malpensa, di mana penjualan meningkat sebesar 17,5%, termasuk penjualan bebas bea dan ritel khusus, dan pengeluaran rata-rata penumpang tumbuh sebesar 5,6%.

Sektor barang mewah menegaskan peran utamanya, dengan toko-toko mewah di Terminal 1 mencapai peningkatan pendapatan sebesar 13,9%, dan pengeluaran per penumpang meningkat sebesar 14,9%. Tren ini terutama didorong oleh kembalinya dan meluasnya lalu lintas antarbenua, terutama dari Asia, Uni Emirat Arab, dan Amerika Utara.

Sistem bandara secara keseluruhan mencatat peningkatan lalu lintas penumpang sebesar +11,5% pada tahun 2024 dibandingkan tahun sebelumnya, mencetak rekor sepanjang masa sebesar 39,3 juta penumpang. Malpensa menutup tahun dengan 28,7 juta penumpang.

Lalu lintas jarak jauh di bandara-bandara Milan tumbuh sebesar 17%, didorong oleh kembalinya rute-rute pra-pandemi dan peluncuran koneksi baru, terutama ke Asia. Beberapa maskapai yang menjadi sorotan antara lain Thai Airways (Bangkok), Hainan Airlines (Chongqing, Guiyang), Turkmenistan Airlines (Ashgabat), Air China (Chengdu), China Eastern (Xi’an), dan ANA (Tokyo Haneda), menandai hubungan langsung pertama Jepang dengan Milan oleh maskapai Jepang dalam 14 tahun. Sebelumnya, maskapai ini memperkenalkan layanan kelas bisnis penuh ke Malé, sementara Vietnam Airlines akan meluncurkan rute langsung pertama Milan–Hanoi pada musim panas 2025.

Konektivitas Amerika Utara tetap kuat dengan sekitar 70 penerbangan mingguan oleh tujuh maskapai, ditambah layanan dari Air Azores melalui Ponta Delgada. Delta dan Air Canada akan meningkatkan kapasitas di musim dingin, dan musim panas 2025 akan menghadirkan rute baru ke Boston (Delta) dan Philadelphia (American Airlines). Perkembangan tambahan mencakup penerbangan oleh Air Bulgaria (Sofia), Sun Express (Antalya), Transavia France (Paris Orly), Nesma Airlines (Kairo), dan peningkatan frekuensi dari LATAM (São Paulo), Cathay Pacific (Hong Kong), Delta (Atlanta), Air India (Delhi), Etihad (Abu Dhabi), dan Gulf Air (Bahrain dan Jenewa).

Di segmen berbiaya rendah, easyJet menambahkan rute ke Las Palmas, Toulouse, dan Salerno, dengan layanan musim dingin ke Oslo, Pristina, Tromsø, Kittilä, Sphinx (Kairo Barat), dan Rabat. Wizz Air memperluas layanan ke Paris Beauvais, Tenerife, Warsawa, Larnaca, Malaga, Valencia, Bucharest, Rzeszow, dan Gdansk. Ryanair memperkuat basisnya di Malpensa dengan rute baru ke Athena, Marrakesh, Budapest, Tallinn, Paris Beauvais, dan, untuk musim dingin 2025, ke Krakow, Rzeszow, Fuerteventura, dan Reggio Calabria.

Di Linate, ketersediaan slot akhir pekan yang diperpanjang memungkinkan rute baru dari Vueling (Barcelona), Aeroitalia (Roma, Perugia, Comiso), Sky Alps (Ancona), dan ITA Airways (Malta). Menyusul pelepasan 15 slot harian yang diamanatkan Uni Eropa terkait akuisisi ITA Airways oleh Lufthansa, easyJet terpilih sebagai penerima solusi dan akan meluncurkan penerbangan baru ke Frankfurt, Brussels, Wina, dan destinasi tambahan di Inggris/Uni Eropa mulai musim panas 2025. Rute baru ke Düsseldorf dan Hamburg juga direncanakan dari Malpensa.

Sumber : traveldailynews.com

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Artikel Non AeroBlog

Rahasia Kenapa Orang Bisa Lebih Boros Saat di Bandara

Pernah sadar tidak… orang yang biasanya sangat hemat bisa tiba-tiba berubah saat...

Artikel Non AeroBlog

Kenapa Banyak Investor Mulai Melirik Bisnis Non-Aero Bandara?

Selama bertahun-tahun, industri bandara sering dianggap sebagai bisnis yang sangat teknis dan...

Artikel Non AeroBlog

Ekonomi Experience: Kenapa Traveler 2026 Membeli Pengalaman, Bukan Sekadar Produk

Ada sebuah perubahan besar yang sedang terjadi di dunia konsumsi global. Dulu,...

Artikel Non AeroBlog

Bisnis Apa yang Akan Bertahan di Bandara Sampai 2030?

Dunia bandara sedang memasuki era baru. Jika dulu bandara hanya dipandang sebagai...