Blog

Tips Menjadi Pilot: Dari Sekolah Penerbangan Hingga Maskapai Besar

Menjadi pilot adalah impian banyak orang—pekerjaan yang menawarkan gaji tinggi, prestise, dan kesempatan menjelajahi dunia dari ketinggian. Namun, di balik romantisme itu, ada perjalanan panjang dan penuh tantangan yang harus ditempuh.

Artikel ini akan membahas langkah-langkah dan tips penting, mulai dari masuk sekolah penerbangan hingga sukses bergabung dengan maskapai besar.

1. Pahami Syarat Menjadi Pilot

Sebelum melangkah, penting untuk memahami syarat dasar yang umumnya berlaku:

  • Usia: Minimal 18 tahun untuk memulai pelatihan penerbangan.

  • Kesehatan: Lulus tes kesehatan Class 1 Medical Certificate (penglihatan, pendengaran, kesehatan fisik dan mental).

  • Pendidikan: Minimal lulusan SMA/SMK atau setara, dengan nilai baik di matematika, fisika, dan bahasa Inggris.

💡 Tips: Mulailah melatih kemampuan bahasa Inggris sejak dini, karena semua komunikasi penerbangan internasional menggunakan bahasa ini.

2. Pilih Sekolah Penerbangan yang Tepat

Sekolah penerbangan (flying school) adalah tempat Anda mendapatkan lisensi dan keterampilan dasar.
Pertimbangkan faktor-faktor berikut:

  • Akreditasi & Reputasi: Pastikan sekolah diakui oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (DGCA) atau otoritas penerbangan negara tersebut.

  • Jenis Pesawat Latih: Cessna 172, Piper Warrior, atau Diamond DA40 memiliki karakteristik berbeda.

  • Biaya & Fasilitas: Rata-rata biaya sekolah penerbangan di Indonesia berkisar Rp 700 juta–Rp 1 miliar.

💡 Tips: Cari sekolah yang menawarkan Airline Pilot Pathway Program untuk mempermudah transisi ke maskapai.


3. Peroleh Lisensi Penerbangan Bertahap

Menjadi pilot memerlukan beberapa tahapan lisensi:

  1. PPL (Private Pilot License) – Untuk menerbangkan pesawat non-komersial.

  2. CPL (Commercial Pilot License) – Untuk menerbangkan pesawat komersial.

  3. IR (Instrument Rating) – Kemampuan terbang dalam kondisi IFR (Instrument Flight Rules).

  4. ATPL (Airline Transport Pilot License) – Lisensi tertinggi, dibutuhkan untuk menjadi kapten.

💡 Tips: Saat belajar untuk CPL, manfaatkan setiap jam terbang untuk mengasah manuver dan penguasaan prosedur darurat.

4. Latih Kedisiplinan dan Keterampilan Non-Teknis

Seorang pilot tidak hanya butuh keterampilan menerbangkan pesawat, tetapi juga:

  • Disiplin Waktu

  • Kemampuan Memimpin

  • Kerja Sama Tim

  • Manajemen Stres

💡 Tips: Ikuti Crew Resource Management (CRM) Training untuk meningkatkan kemampuan komunikasi dan koordinasi di kokpit.

5. Bangun Jam Terbang dan Pengalaman

Maskapai besar biasanya mensyaratkan jam terbang tertentu (500–1.500 jam tergantung posisi).
Cara menambah jam terbang:

  • Menjadi Flight Instructor.

  • Bergabung dengan maskapai regional atau charter flight.

  • Menerbangkan pesawat kargo atau evakuasi medis.

💡 Tips: Jangan menunggu tawaran besar, ambil semua kesempatan terbang legal untuk mempercepat pencapaian jam terbang.

6. Siapkan Diri untuk Rekrutmen Maskapai

Proses rekrutmen maskapai meliputi:

  • Tes tertulis (teori navigasi, meteorologi, prosedur penerbangan).

  • Simulasi penerbangan (flight simulator test).

  • Wawancara psikologis dan HR.

  • Tes kesehatan lanjutan.

💡 Tips: Latih simulasi pada tipe pesawat yang sering digunakan maskapai target, misalnya Boeing 737 atau Airbus A320.

7. Terus Belajar dan Beradaptasi

Industri penerbangan terus berubah, baik dari sisi teknologi maupun regulasi.
Seorang pilot harus:

  • Mengikuti pelatihan berulang (recurrent training).

  • Memahami teknologi kokpit terbaru.

  • Memperbarui pengetahuan regulasi dan keselamatan penerbangan.

💡 Tips: Ikuti seminar, webinar, dan forum komunitas pilot untuk tetap up to date.

Kesimpulan

Menjadi pilot adalah perjalanan panjang yang menuntut dedikasi, disiplin, dan investasi besar. Namun, dengan persiapan matang dan komitmen kuat, jalan menuju maskapai besar bisa terbuka lebar.
Ingatlah bahwa setiap jam terbang, setiap pelatihan, dan setiap tantangan adalah bagian dari proses menuju kokpit impian Anda.

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Blog

Apa yang Sebenarnya Dilakukan Penumpang Selama Menunggu di Bandara?

Hampir semua orang pernah mengalaminya: datang lebih awal ke bandara, melewati pemeriksaan,...

Blog

Kenapa Resolusi Lama Sering Gagal?

Setiap awal tahun, kita semangat menuliskan resolusi baru: mau lebih sehat, lebih...

Blog

Flashback 12 Bulan Terakhir: Cara Menyusun Year in Review ala Kamu Sendiri

Akhir tahun selalu membawa satu pertanyaan klasik:“Sebenarnya, bagaimana perjalanan hidupku selama 12...

Blog

Momen Paling Hangat di Akhir Tahun: Kenapa Kita Butuh Perayaan Kecil?

Akhir tahun selalu punya vibe yang beda.Udara jadi lebih pelan, lampu-lampu kota...