Turbulensi adalah ketakutan nomor satu penumpang pesawat. Guncangan yang tiba-tiba sering disalahartikan sebagai tanda bahaya. Padahal, turbulensi adalah fenomena alami di atmosfer dan merupakan bagian normal dari penerbangan.
1. Apa Itu Turbulensi?
Turbulensi adalah perubahan aliran udara yang menyebabkan pesawat bergoyang. Sama seperti mobil yang melewati jalan berlubang, pesawat bergerak mengikuti kondisi udara di sekitarnya.
2. Penyebab Utama Turbulensi
a. Clear Air Turbulence (CAT)
Turbulensi tanpa awan, terjadi di ketinggian jelajah akibat pertemuan arus jet.
b. Thermal Turbulence
Dipicu udara panas yang naik dari permukaan bumi, umum terjadi siang hari.
c. Mountain Wave Turbulence
Terjadi saat angin kencang melewati pegunungan dan menciptakan gelombang udara.
d. Wake Turbulence
Pusaran udara dari pesawat besar yang lewat di depan pesawat lain.
e. Cuaca Buruk
Awan cumulonimbus, badai, dan angin vertikal kuat.
3. Apakah Turbulensi Berbahaya?
Secara struktur, tidak. Pesawat dirancang untuk menahan tekanan hingga beberapa kali guncangan turbulensi terburuk. Sayap fleksibel, rangka pesawat kuat, dan semua komponen diuji pada kondisi ekstrem.
Dalam dunia penerbangan, turbulensi lebih dianggap ketidaknyamanan, bukan ancaman keselamatan.
4. Cara Pilot Menghadapinya
-
Menggunakan radar cuaca untuk menghindari area berisiko.
-
Berkomunikasi dengan ATC dan pilot lain untuk update kondisi udara.
-
Menurunkan kecepatan ke “turbulence penetration speed” agar guncangan aman.
-
Mengaktifkan tanda seatbelt jauh sebelum turbulensi terjadi.
5. Kapan Turbulensi Jadi Bahaya?
Risiko terbesar biasanya dialami penumpang yang tidak menggunakan seatbelt. Mayoritas cedera turbulensi terjadi karena orang berdiri atau barang jatuh.
Kesimpulan
Turbulensi adalah fenomena atmosfer normal, dan pesawat dirancang untuk mengatasinya. Selama penumpang mengenakan sabuk pengaman, turbulensi sangat jarang menimbulkan bahaya.
Leave a comment