Banyak penumpang bertanya-tanya, bagaimana pesawat bisa terbang tinggi hingga berada di atas awan? Pemandangan lautan awan yang terlihat dari jendela membuat penerbangan terasa seperti melayang di atas dunia. Jawabannya terkait aerodinamika dan teknologi penerbangan modern.
1. Prinsip Aerodinamika: Gaya Angkat (Lift)
Pesawat bisa terbang karena sayapnya dirancang khusus untuk menciptakan lift.
-
Bagian atas sayap memiliki lengkungan (airfoil).
-
Udara yang lewat di atas bergerak lebih cepat → tekanan turun.
-
Bagian bawah bertekanan lebih tinggi → mendorong pesawat naik.
Inilah yang membuat pesawat bisa naik ke altitude tinggi, bukan karena awan itu sendiri.
2. Mesin Jet yang Memberi Daya Dorong Besar
Mesin jet bekerja dengan menarik udara, memampatkannya, mencampurnya dengan bahan bakar, lalu membakarnya. Ledakan terkontrol ini menghasilkan dorongan besar (thrust) yang mendorong pesawat maju dan naik.
Pada ketinggian jelajah, mesin jet bekerja lebih efisien karena udara lebih dingin dan tipis.
3. Kenapa Pesawat Terbang di Atas Awan?
Alasannya ada beberapa:
a. Menghindari Cuaca Buruk
Awan cumulonimbus, hujan, dan badai berada di bawah 30.000 kaki. Dengan terbang lebih tinggi, perjalanan akan lebih stabil.
b. Menghemat Bahan Bakar
Udara tipis → hambatan angin rendah → konsumsi bahan bakar lebih hemat.
c. Jalur Udara yang Lebih Stabil
Atmosfer lapisan atas lebih tenang, membuat penerbangan nyaman dan aman.
4. Apakah Pesawat Selalu Terbang di Atas Awan?
Tidak selalu. Saat take-off, landing, atau melewati area cuaca tertentu, pesawat bisa berada di dalam atau di bawah awan.
Kesimpulan
Pesawat bisa terbang di atas awan karena kombinasi aerodinamika, kekuatan mesin jet, serta kebutuhan efisiensi dan keamanan penerbangan. Lapisan atas atmosfer memberikan kondisi terbaik bagi pesawat untuk terbang stabil dan hemat bahan bakar.
Leave a comment